bebas berapresiasi

Just another Blogdetik.com weblog

SELAMAT JALAN MAMA LAURENT

sebelumnya mari kita ucapkan Belasungkawa atas berpulangnya Mama Laurent kesisi Yang Maha Kuasa, Smoga beliau diterima disisi-Nya dan smoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.. Amin..!!

Siapa yang tak kenal Mama Laurent, dia adalah seorang yang memiliki kelebihan memprediksi masalah yang akan datang atau bisa juga kita sebut dengan paranormal.

Mama Laurent yang dilahirkan di Eropa, tepatnya di Eindhoven, 23 Januari 1932, kini tak bisa lagi kita dengar atau kita lihat untuk memprediksi hal-hal apa yang akan terjadi untuk tahun kedepan

Kepergian beliau menghadap pada Yang Maha Kuasa pada senin (17/05) membuat beberapa kalangan merasa terkejut atau setengah tak percaya, padahal sebelumnya beliau masih memprediksi atau masih meramalkan beberapa hal yang mengerikan akan terjadi untuk beberapa tahun mendatang.

Pertama kali beliau mendapatkan kelebihan dalam melihat atau memprediksi masa yang akan datang terjadi pada tahun 1939. Ketiika itu beliau masih 7 Tahun dan masih duduk dibangku SD. Ia mendengar bisikan dari telinganya yang menyuruhnya untuk keluar dari kelas tempat ia belajar. Ia pun meminta teman-temanya untuk segera meninggalkan kelas, tapi apalacur malahan ia dimarahi dan disuruh pulang. Ketika Ia sampai dirumahnya maka ramalanya terjadi, ruang kelasnya tempat Ia belajar dibom dan ratusan orang meninggal dunia.

Kini tak lagi bisa kita lihat ataupun kita dengar lagi apa yang akan diprediksi atau diramal untuk yang akan datang.

Selamat jalan Mama Laurent, Kepergianmu meninggalkan banyak kenangan dan cerita bagi orang-orang disekelilingmu. Semoga engkau tenang disisi-Nya… Amin.

SOFYAN TAN vs RAHUDMAN..?

Putaran pertama untuk Pilkada Kota Medan telah usai, kini masyarakat Kota Medan tinggal menunggu untuk mengikuti putaran kedua yang menyisakan dua pasangan antara Rahudman Harahap - Dzulmi Eldin dengan pesaingnya Sofyan Tan - Nelly Armayanti yang akan bertarung untuk menduduki “singgasana” Kota Medan.

Sementara pasangan Sofyan Tan - Nelly Armayanti meskipun berada di posisi kedua dari hasil pemungutan suara namun lebih menyebar dari pasangan Rahudman Harahap - Dzulmi Eldin. Perbandingan antara kedua pasangan itu, pasangan Sofyan Tan - Nelly Armayanti menang di 11 kecamatan sementara pasangan Rahudman Harahap - Dzulmi Eldin menang di 10 kecamatan.

Tercatat dari hasil pleno terbuka penetapan hasil Pemilihan Kepala Daerah Kota Medan 2010, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat pasangan Rahudman Harahap -Dzulmi Eldin menang didaerah pinggiran, seangkan 11 kecamtam ditengah kota dikuasai Sofyan Tan - Nelly Armayanti.

Namun masih perlu disadari kurangnya sosialisasi politik ditengah-tengah masyarakat membuat banyak masyarakat merasa jenuh untuk hadir dan ikut dalam pesta Demokrasi ini, itu dikarenakan dari pengalaman-pengalaman Pilkada sebelumnya yang mana yang terpilih masih belum bisa memperhatikan rakyatnya, sehingga masih ada rakyat yang berfikiran siapapun yang memimpin belum tentu bisa merubah nasib rakyat. Ini yang menjadi problematik perpolitikan di Tanah Air kita.

Kriminalisasi Demokrasi itu sering terjadi dalam Pilkada-pilkada di tiap-tiap daerah, hak-hak rakyat dirampas secara sengaja maupun tidak sengaja dengan cara money politik atau dengan cara apapun, mereka menghalalkan segala cara untuk bisa menang dalam pesta Demokrasi.

Mudah-mudahan dalam Pilkada Kota Medan putaran kedua ini masyarakat bisa menyadari arti demokrasi itu. Maka dari itu ditegaskan “Perkuatan rakyat itu wajib kita lakukan untuk melumpuhkan kriminalisasi demokrasi, hanya rakyat yang kuatlah yang bisa meruntuhkan itu semua”. Seperti kata semboyan “Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh”.

Sofyan Tan atau Rahudman..?

Sofyan Tan maupun Rahudman atau siapapun yang terpilih kelak, bisa membawa perubahan untuk Kota Medan lebih maju paling tidak untuk 5 tahun kedepan dengan menepati janji-janji dan menjalankan visi dan misinya dengan sungguh-sungguh, karena itulah yang diharapkan masyarakat sesungguhnya bukan hanya dengan omong kosong belaka seperti pemilihan-pemilihan sebelumnya. Semuanya berpulang kembali kepada kita yang memiliki hak untuk memilih siapa yang pantas dan siapa yang terbaik menurut hati kita. Sofyan Tan atau Rahudman…?

ANDI MALARANGENG MERASA “OPTIMIS” DUDUKI SINGGASANA PARTAI DEMOKRAT

Andi Malarangeng merasa optimis untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Priode 2010-2015 pada kongres di Bandung, 21-23 Mei 2010. “Dukungan dari daerah-daerah terus mengalir dan saya optimistis Insya Allah bisa berjalan baik dan terpilih,” kata Andi Malarangeng.

Hal itu diungkapkanya setelah usai mengikuti rapat komite Pendidikan yang dipimpin oleh Wapres Boediono. Masih menurut Andi, kongres Partai demokrat yang akan dilaksanakan di Bandung mendatang merupakan kompetisi internal Partai Demokrat dengan tujuan akhirnya adalah untuk persatuan dan kesatuan Partai Demokrat yang lebih baik.

Selain itu, kata Andi, para kader partai juga ingin bersama-sama ingin mengkonsolidasi dan menyatukan partai ke depan menjadi lebih baik. “Insya Allah semuanya bisa berjalan dengan baik dan saya bisa menang dalam pemilihan keta umum,” kata Andi.

Terkait keinginan dirinya untuk maju menjadi ketua umum, Andi mengatakan, bahwa hal itu merupakan panggilan untuk bisa membesarkan partai dan saat ini adalah untuk regenerasi kepemimpinan politik dan Partai Demokrat berada dalam garis depan untuk regenerasi kepemimpinan politik di Indonesia. “Sudah saatnya Partai Demokrat sebagai partai tengah, sebagai jangkar kemajemukan dan jangkat stabilitas sistem politik di Indonesia,” katanya.

Andi juga mengatakan, bahwa dalam kongres mendatang bisa melembagakan pemikiran besar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan bukan memutuskan pemikirannya. Ditanya mengenai adanya pelemparan isu politik uang, Andi secara tegas menyangkal hal itu dan kubunya tidak melakukan cara seperti itu. “Tidak ada itu (politik uang) dan tidak melakukan cara seperti itu,” tegasnya.

Terkait dengan dirinya yang masih menjabat sebagai Menpora, Andi mengatakan bahwa jika dirinya nanti terpilih sebagai ketua umum, maka tugasnya untuk memajukan olahraga nasional akan tetap menjadi prioritas sesuai tugasnya.

SEBUAH LOMBA MENGGAMBAR NABI MUHAMMAD MUNCUL DI FACEBOOK

Kembali terjadi kontraversi tentang Nabi Muhammad. Setelah menuai protes tentang karikatur Nabi Muhammad kini digelar pula sebuah perlombaan sketsa Nabi Muhammad. Informasi tersebut disebarkan dari sebuah jejaringan sosial Facebook. Sebuah grup di facebook bertajuk ‘Everybody Draw Mohammed Day!’ menginformasikan soal lomba tersebut. Lomba itu sendiri akan di gelar pada tanggal 20 Mei 2010.

“May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day - invite your friends!” demikian informasi yang tertulis di laman tersebut. Group ini dibuat sejak 25 April, sudah ada kurang lebih 38.901 facebooker yang menyukai group ini.

Pengelola laman pun meminta informasi lomba ini untuk disebarkan. Sebanyak 14,276 facebookers mengonfirmasikan  akan mengikuti lomba menggambar sketsa Nabi yang sangat dihormati umat Muslim ini.

Sekgab Dibentuk Agar Kinerja SBY Diketahui Secara Transparan

Sabtu, 15 Mei 2010 15:08 WIB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Pembentukan Sekretariat Gabungan (Sekgab) partai koalisi bertujuan untuk mengkordinasikan seluruh program kerja pemerintah. Sekber dibentuk agar semua partai koalisi mengetahui kinerja pemerintah SBY-Boediono.

“Biar partai koalisi nggak seperti kambing congek,” kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Mahfud Siddiq dalam diskusi Polemik Trijaya FM dengan tema ‘Sekretariat koalisi : Antara Harapan dan Kenyataan’ di Jakarta, Sabtu (15/5).

Menurut dia, selama ini partai koalisi tidak banyak mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh pemerintah. Partai koalisi mengetahui kinerja pemerintah setelah terjadi. “Kami tahu setelah terjadi, seperti pemadam kebakaran,” kata dia.

Namun demikian, dia berharap keberadaan Sekber ini tidak mendistorsi fungsi lembaga negara.

Dia mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi semua pihak untuk memberikan masukan kepada Sekgab. Karena, mekanisme kerja Sekgab sendiri belum dibentuk. “Ini kesempatan bagi semua pihak agar sekgab tidak mendistorsi lembaga politik yang ada,” kata dia.

Sekretariat Bersama ini disepakati oleh anggota Partai Koalisi. Yaitu: Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sosial. Ketua Sekgab langsung dipegang oleh SBY. Adapun Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie menjadi ketua harian.

2 Alasan Besar Sri Mulyani Pindah ke Bank Dunia

Sri Mulyani akhirnya mengungkapkan 2 alasan besar yang membuatnya menerima pinangan sebagai Managing Director Bank Dunia. Apa saja alasannya?

Srimulyani mengatakannya dalam acara Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem), Dia mengatakan alasannya pindah ke Bank Dunia adalah agar lebih dekat dengan keluarga dan untuk meningkatkan reputasi Indonesia dimata dunia Internasional.

“Selama menjadi Menteri Keuangan, waktu saya sangat padat sehingga waktu untuk keluarga sangat sulit,” ungkapnya. Maka dari itu dengan pindah ke Bank Dunia dia berharap agar lebih dekat lagi dengan keluarga. Rencananya, suami dan anak bungsu Sri Mulyani akan ikut serta ke Washington. Anak pertama Sri Mulyani, Dewinta Illinia tercatat kuliah di Australia, sementara anak keduanya, Adwin Haryo Indrawan memilih tetap berkulian di Fakultas Kedokteran UI.

ALasan kedua adalah soal reputasi. Menurut Sri Mulyani, dengan terpilihnya menjadi Managing Director Bank Dunia, maka reputasi Indonesia sudah dianggap di mata dunia internasional. “Ini berarti Indonesia dianggap sebagai negara yang memiliki reputasi oleh dunia internasional, tadinya kita tidak dianggap sama sekali.Tapi dengan perekonomian kita yang membaik, maka kita sekarang dianggap,” tuturnya.

Sri Mulyani mengaku, dirinya mempunyai rencana tersendiri saat menjadi Managing Director di Bank Dunia mulai Juni 2010 nanti.

“Namun saya tetap akan kembali ke Indonesia sebagai tanah kelahiran saya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut Sri Mulyani mengatakan dirinya akan menerbitkan buku dalam waktu dekat ini yang berjudul ‘1001 Pertanyaan Tentang APBN’.

“Akhirnya saya punya kesempatan untuk menerbitkan buku tersebut,” katanya.

Dalam perpisahannya dengan para wartawan tersebut, Sri Mulyani juga menegaskan janjinya untuk tetap kembali ke tanah air.

“Saya pasti akan kembali ke Indonesia sebagai tempat kelahiran saya,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Sri Mulyani menyampaikan kesan-kesannya dalam menghadapi para pewarta berita selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Maklum saja, Sri Mulyani memang seringkali menjadi incaran para wartawan karena posisinya yang strategis sebagai Menteri Keuangan.

Di kesempatan acara ramah tamah tersebut, Sri Mulyani pun menekankan niatnya untuk kembali lagi ke Indonesia lewat lagu yang dibawakannya dari Koes Plus yang liriknya mengatakan…”Ke Jakarta Aku kan kembali…”

POLRI TEMBAK MATI 5 TERSANGKA TERORIS

Telah terjadi baku tembak antara Tim Polri dan lima tersangka teroris di Cililitan, Jakarta Timur dan Cikampek, Krawang, Jakarta Barat pada Rabu sore.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menyatakan, satu tersangka yang tertangkap dalam keadaan hidup. Sementara di Cililitan Polisi menembak mati tiga tersangka yang salah satunya bernama Maulana, sedangkan yang dua lagi belum diketahui identitasnya. hal itu diungkapkan Kadiv Humas Mabes Polri pada hari rabu.

Saat hendak ditangkap sempat terjadi perlawanan antara Polisi dan Maulana, sehingga terjadi baku tembak dan menimbulkan kematian bagi Maulana, sedangkan dua lainya meninggal dalam prjalanan menuju Rumah Sakit.

Maulana merupakan buronan Polri dalam kasus latihan militer di Jantho, Aceh Besar, Pebruari 2010. Aritonang belum dapat menyebutkan di mana lokasi penangkapan ketiga tersangka terorisme di Cililitan namun diduga di jalan raya karena tidak ada rumah di lokasi ini yang diberi garis polisi.

Sedangkan di Cikampek, polisi menembak mati dua tersangka sedangkan satu tersangka tertangkap hidup. Salah satu tersangka yang tewas tertembak bernama Saptono yang juga buronan kasus latihan militer di Aceh. Buronan ini adalah adik kandung Jaja, salah satu tersangka terorisme di Aceh yang tewas tertembak di depan Polsek Lampeung, Aceh Besar.

“Saptono ini sangat mahir menggunakan senjata api dan banyak tahu tentang amunisi,” ujar Aritonang. Ia mengatakan, saat hendak ditangkap di salah satu rumah di Aceh, Saptono dan dua temannya melawan petugas dengan menggunakan satu senjata laras panjang. “Jenis senjata yang disita dari Saptono belum dipastikan namun jenis pelurunya yang disita ada jenis AK 47 dan M 16. Jumlah peluru ribuan butir,” ujarnya.

Polisi belum dapat memastikan identitas satu jenasah dan satu yang tertangkap hidup. “Mereka belum bisa diketahui identitasnya karena tidak ada identitas yang ada di tubuh korban,” katanya. Polisi menduga, para tersangka akan sedang merancang aksi teror beberapa pekan mendatang. Menurutnya, para tersangka diduga terkait dengan latihan kemiliteran di Aceh.

Sofyan Tan-Nelly Unggul Sementara, Rahudman-Eldin Membayangi

Sofyan Tan-Nelly Unggul Sementara, Rahudman-Eldin Membayangi Cetak Email

Medan,
Calon Walikota Medan, Sofyan Tan didampingi istri memperlihatkan surat suara saat akan dimasukkan ke dalam kotak suara di TPS Jalan Kiwi, Rabu (12/5).

Hasil perolehan suara sementara yang dihimpun Tim Pemenangan Sofyan Tan-Nelly di DPD PDI Perjuangan Sumut, dari 1132 tempat pemungutan suara (TPS). Pasangan Sofyan Tan-Nelly meraih 43.340 suara (25,88 persen), disusul Rahudman Eldin, 33.467 suara (20,04 persen).

Sementara Sigit-Nurlisa 23.935 suara (13,91 persen), Ajib-Binsar, 23.990(12,08 persen), dan Maulana-Arif 21.786 suara (11,99 persen). Demikian disampaikan Ketua tim pemenangan Sofyan Tan-Nelly, Budiman Nadapdap kepada wartawan di Kantor DPD PDI Perjuangan, Jalan Hayam Wuruk Medan, Rabu (12/5).

Dia menjelaskan dari hasil real count yang mereka lakukan hingga pukul 20.00 WIB, pasangan nomor 10, Sofyan Tan-Nelly unggul bersaing dengan pasangan Rahudman-Eldin. Hingga malam tadi tim pemenangan PDI Perjuangan terlihat masih bekerja mengumpulkan data perolehan suara dari tiap-tiap TPS di Medan. Sementara hasil reportase tim Analisa di lapangan dari sejumlah TPS, Sofyan Tan-Nelly masih unggul di sejumlah TPS, terutama di inti kota.

Kesawan

Pasangan dr Sofyan Tan-Nelly Armayanti pada Pilkada Kota Medan 2010, Rabu (12/5) di empat TPS di Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat unggul dari sembilan pasangan lainnya.

Sedangkan posisi kedua diduduki pasangan Rahudman Harahap dan Eldin, disusul pasangan nomor urut 9 Ajib Shah - Binsar Situmorang. Di TPS 6 Jalan Kepribadian Kelurahan Kesawan dari jumlah pemilih sebanyak 225 orang pasangan dr Sofyan Tan memperoleh 169 suara, Rahudaman 68, Maulana Pohan 8 dan Ajib Shah 6. Sedangkan Sigit, Indra Sakti masing masing mendapat 1 suara. Sementara yang batal 2 dan tidak hadir sebanyak 231 orang dan daftar pemilih tetap sebanyak 486 orang.

Begitu juga di TPS 3 Jalan Hindu dari 155 orang pemilih Sofyan Tan mendapat suara 84, Ajib Shah mendapat 27 suara, Rahudman 22, pasangan Bahdin Nur-Kasim Siyo mendapat 7 dan Maulana Pohan memperoleh 6 suara dan batal 2 serta rusak 1 suara. Sedangkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 385.

Pasangan Sofyan Tan di TPS 2 Jalan Masjid kelurahan sama dari jumlah pemilih 233 orang mendapat 118 suara, Rahudman 49. Sedangkan Maulana Pohan, Ajib Shah, masing masing mendapat suara sama yakni 19 suara. Sementara Sigit mendapat 11 suara, Bahdin Nur dapat 9 suara, Joko Susilo 4 dan Profesor Arif mendapat 3. Daftar Pemilih Tetap di TPS 2 sebanyak 459 orang.

Di TPS 4 Jalan Masjid Kelurahan Kesawan jumlah DPT 461 dan jumlah pemilih 206 orang. Dari jumlah pemilih tersebut pasangan dr Sofyan Tan-Nelly Armayanti mendapat 118 suara, Rahudman 40, Ajib Shah 32, Maulana Pohan 9. Adapun Syahrial R Anas, Sigit Pramono dan Bahdin Nur Tanjung masing masing mendapat 1 suara. Sementara Joko Susilo, Indra Sakti Harahap tidak mendapat suara. Dari 206 jumlah pemilih tidak hadir 3 orang.

Unggul

Sementara ketua panitia pemungutan suara (KPPS) TPS 7 Kelurahan Sukamaju Kecamatan Medan Johor Ir Syaifudin Alamsyah menyatakan di TPS 7 tempat Gubsu H Syamsul Arifin dan keluarganya memilih, pasangan Rahudman Eldin unggul dengan memperoleh suara sebanyak 56, disusul pasangan Maulana Pohan 50 suara, Sigit Pramono mendapat 27, Bahdin Nur memperoleh 24, Ajib Shah 15 dan Sofyan Tan 8 suara.

Jumlah pemilih sebanyak 209 batal 8. DPT sebanyak 539 dengan rincian pemilih laki laki 270 dan perempuan 269. Adapun Gubsu mendapat nomor urut 187 dan Fatimah Habibi Syamsul Arifin nomor urut 188.

Hasil perolehan suara sementara Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Medan Tahun 2010 di Kelurahan Pandau Hulu II Kecamatan Medan Area, Rabu (12/5), pasangan Sofyan Tan dan Nelly Armayanti unggul dari sembilan pasangan lainnya.

Menurut data perolehan suara sementara yang ditandatangani Lurah Pandau Hulu II Fery Suhery, S.Sos yang juga dikirim ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Medan Area, pasangan nomor 10 ini meraih suara terbanyak di 14 TPS yang ada di kelurahan setempat yakni 2.987 suara dari 3.884 suara yang sah.

Pasangan Sofyan Tan-Nelly memperoleh suara di setiap TPS rata-rata di atas 200 suara. Masing-masing TPS 1 sebanyak 200 suara, TPS 2 (192 suara), TPS 3 (224 suara), TPS 4 (214 suara), TPS 5 (235 suara), TPS 6 (285 suara), TPS 7 (204 suara), TPS 8 (192 suara), TPS 9 (205 suara), TPS 10 (176 suara), TPS 11 (224 suara), TPS 12 (198 suara), TPS 13 (223 suara), TPS 14 (215 suara).

Kemudian pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin 332 suara, Ajib Shah-Binsar Situmorang 142 suara, Maulana Pohan-Ahmad Arif 121 suara, Bahdin Nur Tanjung-Kasim Siyo 92 suara, Sigit Pramono Asri-Nurlisa Ginting 78 suara, Joko Susilo-Amir Mirza Hutagalung 65 suara, Arif Nasution-Supratikno 45 suara, Indra Sakti Harahap-Delyuzar 14 suara, Syahrial R Anas-Yahya Sumardi 8 suara. Adapun jumlah pemilih tetap di Kelurahan Pandau Hulu II sebanyak 7.987 orang, jumlah suara sah sebanyak 3.884, suara tidak sah 75, pemilih yang tidak hadir sebanyak 3.988 orang.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pandau Hulu II, Inna Syaflina yang didampingi Sekretaris PPS, M. Hamidi Lubis mengatakan, seluruh kotak suara sore itu juga diserahkan ke PPK Medan Area.

Sementara Ketua PPK Medan Area, Hendra Wiguna yang ditanya Analisa, Rabu (12/5) sore mengatakan, pihaknya akan menghitung ulang surat suara yang masuk dari seluruh TPS yang ada (196 TPS) di 12 kelurahan dalam Kecamatan Medan Area, besok pukul 09.00 WIB (hari ini Kamis-red).  Hal senada juga dikatakan, Ketua PPK Medan Denai, Mawardi Lubis. Ditambahkan, di Kecamatan Medan Denai yang membawahi 6 kelurahan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 148.178, TPS sebanyak 281.

Petisah Tengah

Pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti sementara unggul di 5 TPS di Kelurahan Petisah Tengah Medan Petisah. Ketua PPS Petisah Tengah, Surya Bakti mengungkapkan, jumlah pemilih yang terdaftar di DPT sebanyak 11.981 orang dan Penilukada berjalan aman dan lancar.

Dijelaskan, pasangan Sofyan Tan di TPS 23 dengan 161 pemilih berhasil meraih 100 suara jauh mengalahkan pasangan Maulana-Arif yang meraih 25 suara dan Rahudman-Eldin dengan 15 pemilih.

Hasil suara di TPS 24, ungkap Surya, juga pasangan Sofyan Tan meraih suara terbanyak, yaitu 71 suara. Sedangkan pasangan Rahudman-Eldin 28 suara dan Maulana-Pohan kalah tipis dengan 26 suara. Di TPS 7, Sofyan Tan dengan nomor urut 10 ini meraih 65 suara dan hanya terpaut 6 suara dengan pasangan Rahudman-Eldin yang meraih 59 suara. Begitu juga di TPS 8 dan 9, pasangan Sofyan Tan dengan perolehan tertinggi, yaitu 86 dan 68.

Di TPS Rahudman

Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Sofyan Tan dan Nelly Armayanti unggul dalam perolehan suara di TPS calon Walikota Medan, Rahudman Harahap.  Rahudman bersama keluarga yang melakukan pencoblosan di TPS 41 Griya Dome Kelurahan Helvetia Timur sekitar pukul 9.30 WIB, hanya memperoleh 38 suara.

Sedangkan, Sofyan Tan-Nelly Armayanti memperoleh 107 suara. Urutan ketiga diraih, Maulana-Arif dengan perolehan 20 suara dan disusul Ajib-Binsar dengan 9 suara.
KPPS, MG Matua Tanjung ketika dijumpai Analisa usai penghitungan suara menjelaskan, ada 474 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 41 namun yang ikut mencoblos hanya 186 pemilih.

“Dari jumlah tersebut, satu suara dinyatakan tidak sah. Dan dari kehadiran terlihat, partisipasi masyarakat untuk ikut memilih rendah. Padahal sosialisasi untuk hadir pada hari ‘H’ sering dilakukan,” ucap MG Matua Tanjung seraya mengakui pemilih yang datang ke TPS 41 umumnya dari warga etnis Tionghoa.

Sebelumnya ketika Rahudman yang memiliki nomor urut DPT 418 menggunakan hak suaranya bersama istri, H Yusra Siregar dan ketiga putranya, kepada wartawan mengatakan, dirinya berharap Pemilu Walikota Medan tahun ini bisa berlangsung satu putaran.

Jika sampai dua putaran, akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Dana itu sebaiknya dipergunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat Medan. Rahudman juga optimis, dirinya masih diinginkan masyarakat untuk kembali memimpin Kota Medan mendatang bersama Dzulmi Eldin. Pasangan calon walikota/wakil walikota Medan periode 2010 dr Sofyan Tan-Nelly Armayanti menang mutlak di kawasan Rumah Susun Sukaramai dan sekitarnya.

Kawasan Pusat Kota

Di kawasan pusat kota, pasangan Sofyan Tan juga unggul di antaranya seperti di TPS XIV, Kelurahan Kota Matsum I, Sofyan Tan-Nelly 64 suara, MARI 38 suara, dan Ajib Binsar, 37 suara. Rahudman-Eldin meraih 32 suara.

TPS 1, Kelurahan Pasar Baru, Medan Kota, Sofyan Tan-Nelly raih 198 suara, Rahudman-Eldin, 60 suara, dan MARI, 11 suara.  Di TPS III, Kelurahan Pasar Baru, Medan Kota, Sofyan Tan-Nelly Armayanti, 203 suara, Rahudman-Eldin 22 suara, dan Ajib-Binsar, 9 suara.

Sedangkan TPS VII, Kelurahan Kesawan Lingkungan IX, Medan Barat, Ketua KPPS, Dedi Iskandar menjelaskan, pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti, 122 suara, Rahudman-Eldin, 44 suara dan Ajib-Binsar, 12 suara.

Titi Rante dan Petisah Hulu

Pemungutan suara pada Pilkada Kota Medan di Kecamatan Medan Baru berjalan lancar, namun hingga pukul 18.00 WIB tercatat baru 4 dari 6 kelurahan kotak suara yang masuk ke PPK Medan Baru.

“Kita masih menunggu dua kelurahan lagi masuk sehingga pada Kamis (13/5) pukul 10.00 WIB baru bisa menghitung hasil perolehan suara masing-masing kelurahan,” kata Ketua PPK Medan Baru, Jahari menjawab Analisa saat menunggu kotak suara dari sejumlah kelurahan kemarin Dia mengatakan pihaknya belum bisa menginformasikan hasil perolehan suara sementara untuk masing-masing calon Walikota Medan karena belum semua kotak suara masuk ke PPK.

Sementara itu informasi perolehan suara sementara di Kelurahan Titi Rante untuk peringkat pertama diraih pasangan No 10 dengan jumlah 611 suara, peringkat kedua pasangan No 2 (512 suara), ketiga pasangan No 9 (256 suara) dan keempat pasangan No 8 (244 suara).

Sedangkan di Kelurahan Petisah Hulu untuk peringkat pertama kembali diraih pasangan No. 10 sebanyak 867 suara, ke-2 pasangan No. 7 (276 suara), ke-3 pasangan No. 3 (262 suara) dan peringkat ke-4 pasangan No. 8 (244 suara).

Pilkada Medan Diperkirakan 2 Putaran

Pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan nomor urut 6 Rahudman Harahap-Zulmi Eldin versi Panwaslukada untuk sementara unggul di posisi teratas perhitungan suara Pilkada Medan, dibayang-bayangi pasangan nomor urut 10 dr Sofyan Tan-Nelly Armayanti .

Demikian data hasil perolehan suara sementara Pilkada Kota Medan di 21 kecamatan sekota Medan yang diterima Panwaslukada Kota Medan hingga pukul 24.00WIB, Rabu (12/5). Pasangan Rahudman-Eldin unggul di 5 kecamatan dengan meraih suara 22,09 persen (150.553 suara) Sofyan Tan unggul di 15 kecamatan dengan meraih suara 20,67 persen (140.835 suara) sedangkan , disusul pasangan nomor urut 2 Sigit Pramono Asri-Nurlisa Ginting 14,30 persen (97.485 suara) dan pasangan nomor urut 9 Ajib Shah-Binsar Situmorang 13,7persen (93.344 suara).

Menurut anggota KPU Divisi Hukum dan Humas Pandapotan Tamba kepada wartawan beberapa waktu lalu, bila tidak ada salah satu dari 10 pasangan calon (Paslon) walikota/wakil walikota yang memenuhi syarat 30 persen suara, maka KPU Medan akan menggelar Pilkada putaran kedua.

KPU Medan akan merangking dengan memilih rangking I dan II yang mendekati 30 persen suara dari suara sah sebagai peserta dalam Pilkada Kota Medan putaran kedua yang direncanakan 16 Juni 2010. Adapun data perolehan suara sementara Pilkada Kota Medan di 20 kecamatan berdasarkan data dari Panwaslukada Kota Medan lihat di tabel. 

Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri

Komisi III DPR Akan Panggil Kapolri  


Kapolri Bambang Hendarso Danuri

Liputan6.com, Jakarta: Komisi III DPR akan memanggil Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri untuk minta penjelasan soal prilaku seorang perwira menengah di Mabes Polri yang dinilai tidak sopan terhadap anggota Dewan. Prilaku tak sopan itu terjadi saat sejumlah angota Komisi III membesuk Susno Duadji yang ditahan di Mabes Polri.

“Saat itu Kepala Tim Penyidik Independen Polri Kombes Polisi Tjiptono menghardik kami dan meminta keluar ruangan,” kata Wakil Ketua Komisi III Fahri Hamzah di Jakarta, Rabu (12/5). Menurut Fahri, sikap Tjiptono bisa disebut contempt of parliament atau melecehkan parlemen sehingga Komisi III akan meminta penjelasan Kapolri terkait hal ini.

Komisi III DPR, kata dia, akan meminta Kapolri agar masing-masing instansi yakni DPR dan Polri, bisa saling menghargai. Dalam rapat kerja antara Komisi III dan Kapolri, menurut Fahri, juga masih ada pertanyaan dari anggota Komisi III DPR yang belum dijawab oleh Kapolri sehingga dapat dijawab sekaligus pada pertemuan mendatang.

Menurut Fahri, pemanggilan Kapolri waktunya belum ditentukan. Namun, diupayakan secepatnya. Ditanya soal penangkapan Susno Duadji, Fahri mengatakan Komisi III akan segera membentuk Panitia Kerja Penegakan Hukum. Panitia Kerja beranggota 10-15 orang yang merupakan perwakilan dari seluruh fraksi di Komisi III secara proporsional.(JUM/Ant)